Welcome in EronBudiman's Blog..enjoy read my blog...^^

Rabu, 17 April 2013

Perbedaan antara Tim dan Kelompok


Katzenbach dan Smith mendefinisikan tim sebagai “Sekelompok kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi yang berkomitmen untuk maksud bersama (common purpose), menghasilkan tujuan-tujuan, dan pendekatan bersamadimana mereka mengikatkan diri dalam kebersamaan tanggung jawab (mutually accountable)”.
Kelompok kecil adalah kelompok dengan jumlah anggota berkisar antara 2 hingga 25 orang. Jumlah anggota antara 5 sampai dengan 9 orang dinilai optimal dan dapat dikelola dengan baik. Apabila jumlah anggota lebih dari 9 orang, komunikasi cenderung menjadi terpusat (centralized) karena para anggota tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk saling berbicara atau berinteraksi. Diperlukan waktu dan usaha ekstra untuk membangun komunikasi yang baik.
Keterampilan yang saling melengkapi akan menyediakan kemungkinan terciptanya sinergi karena tim memiliki peluang untuk mengkombinasikan beragam ide dan keterampilan yang tersedia. Bila sekelompok orang itu hanya membentuk diri sebagai kumpulan para individu, akan terbentuk apa yang biasa disebut sebagai cacat bawaan sebuah tim yakni kelompok para pemikir yang akan membatasi munculnya banyak ide yang diperlukan untuk memecahkan masalah secara kreatif.
Maksud bersama merupakan motor penggerak sebuah tim. Sebuah tim harus mengembangkan dan menetapkan maksud dan tujuannya. Maksud itu hendaknya bermakna dan dimiliki oleh setiap anggota, baik sebagai individu maupun kesatuan kelompok. Tim hendaknya secara teratur meninjau ulang maksud dan tujuaannya agar tetap relevan dengan perkembangan tim. Yang perlu diwaspadai adalah adanya agenda-agenda tersembunyi, yang dapat menghalangi perubahan sebuah kelompok menjadi tim. Motivasi dan emosi dari pemilik agenda tersembunyi biasanya tidak tampak di permukaan, tersembunyi di balik meja diskusi.
Menghasilkan tujuan-tujuan merupakan kekuatan yang mendorong dan menggerakkan sebuah tim. Tujuan-tujuan yang spesifik hendaknya ditetapkan, dikerjakan dan dievalusai selama proses tim bekerja. Hasil-hasil yang diperoleh akan menjadi small wins atau sukses-sukses kecil yang pantas disyukuri dan dirayakan demi menjaga dan membangkitkan semangat.
Pendekatan bersama adalah cara para anggota tim menyepakati bagaimana mereka akan kerja dalam satu kesatuan. Biasanya sebuah tim akan menetapkan aturan main tertentu yang menggaris-bawahi perilaku-perilaku yang diharapkan dari para anggotanya agar dapat bergerak bersama dalam irama dan semangat tertentu.
Kebersamaan tanggung jawab adalah aspek terakhir dalam kerjasama tim harus dikembangkan, yakni berbagi tanggung jawab dan rasa kepemilikan terhadap hasil yang dicapai.
Tim vs Grup.
Terdapat sejumlah faktor yang secara gamblang membedakan tim dengan kelompok atau grup, antara lain:
1. Peran dan Tanggung Jawab. Di dalam grup, individu menetapkan dan menempatkan perilaku tertentu di dalam garis organisasi yang disebut peran. Peran seseorang akan menentukan bentuk hubungannya dengan orang lain. Peran, di dalam grup, sering menjadi sumber kebingungan dan terjadinya konflik. Dilain pihak, tim membangun pemahaman bersama bagaimana para anggota mewujudkan peran mereka seperti antara lain, leader, pengumpul informasi, fasilitator, pengawas waktu, pencatat dan sebagainya, dalam menyelesaikan secara bersama sebuah tugas pekerjaan.
2. Identitas. Tim memiliki identitas yang kuat, sedangkan grup tidak, karena lebih untuk keperluan administratif saja.. Tim mermerlukan identitas karena hampir tidak mungkin membangun rasa keterikatan, yang merupakan karakter sebuah tim, tanpa hal yang mendasar ini. Tim memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang membuat tim ‘berjalan’ dan mengapa itu penting. Di dalam tim tergambar jelas apa yang ingin dicapai oleh tim, dan norma atau nilai-nilai apa yang menjadi panduan geraknya. Di dalam grup semua itu telah diatur dalam sistem dan prosedur baku.
3. Kohesi. Tim memiliki esprit yang menunjukkan rasa keterikatan dan kekerabatan. Esprit adalah semangat, jiwa, dan hati dari sebuah tim. Di dalam tim terdapat kesadaran yang tinggi dari para anggotanya untuk mengidentifikasi diri mereka dengan tim dan merasa menjadi bagian dari tim. Individu akan memulai dengan kata “kita” bukan “saya” dalam percakapan dan diskusi. Di dalam grup, ‘saya’ dijadikan hal yang penting untuk menunjukkan eksistensi maupun unjuk kerja pribadi sesuai deskripsi kerja yang menjadi dasar pengukuran prestasi yang bersangkutan.
4.Fasilitasi. Di dalam grup terdapat kecenderungan terjadinya kelambanan, kemacetan, bahkan terhentinya proses kerja karena hal-hal yang sepele. Tanyakan kepada diri anda sendiri, “Berapa banyak waktu yang terbuang percuma dalam rapat-rapat yang anda ikuti?” Tim menggunakan fasilitator untuk menjaga agar tim tetap dalam langkah yang pasti.
5. Komunikasi. Bila pada grup para anggota hanya memusatkan perhatiannya pada diri mereka sendiri sebagai pemegang peran tunggal tertentu, pada tim tidak demikian. Anggota tim memusatkan perhatiannya kepada tim secara utuh, kepada anggota yang lain, sehingga di dalam tim terbentuk komitmen untuk berkomunikasi secara terbuka. Anggota tim dapat merasakan bahwa mereka bisa menyatakan opini, pikiran maupun perasaan mereka tanpa rasa takut. Mendengarkan dinilai sebagai hal yang penting di dalam tim, sepenting berbicara. Perbedaan pendapat sangat dihargai dan metoda-metoda mengelola konflik dipahami. Melalui umpan balik yang penuh perhatian dan tulus, para anggota menyadarai kekuatan dan kelemahan mereka sebagai anggota sebuah tim. Didalam tim terdapat atmosfir saling percaya dan menerima, serta rasa menjadi satu komunitas.
6. Fleksibilitas. Grup biasanya bersifat rigid atau kaku dalam tugas dan pekerjaannya. Segalanya telah diatur dalam sistem dan prosedur baku, karena sifat pekerjaannya yang relatif rutin. Sebaliknya tim menjaga agar selalu memiliki fleksibilitas dan adaptabilitas yang tinggi untuk mengerjakan berbagai tugas dan fungsi yang berbeda sesuai situasi dan kebutuhan. Tanggung jawab atas perkembangan tim serta kepemimpinan di dalam tim dibagi bersama. Kekuatan setiap anggota tim diketahui dan dipergunakan sebaik-baiknya.
7. Moral. Sifat pekerjaan yang rutin membuat individu di dalam grup bekerja berdasarkan standar yang ada. Mereka tidak memiliki antusiasme tinggi untuk hal-hal seperti itu. Dilain pihak, para anggota tim merasa antusias terhadap pekerjaan tim dan setiap orang merasa bangga menjadi anggotanya. Semangat pada tim tinggi.
Bila sebuah grup ingin berubah menjadi sebuah tim yang berhasil, maka grup ini harus memiliki kemampuan menciptakan hasil kerja yang tinggi dan para anggotanya mempunyai tingkat kepuasan yang tinggi dalam bekerja bersama orang lain.

untuk lebih jelasnya saya jabarkan dengan tabel dibawah ini.

Variabel pembeda
Tim
Kelompok
Ukuran
Terbatas
Medium dan besar
Seleksi
Krusial
Imaterial
Kepemimpinan
Berbagi  atau dirotasi
solo
Persepsi
Pemahaman pengetahuan saling
Melengkapi
Fokus pada pemimpin
Gaya
Peran kordinasi yang tersebar
Konvergensi, komformisme
Semangat
Interaksi dinamis
Kebersamaan mengalahkan musuh
Peran dan tanggungjawab
Membangun pemahaman bersama

Menetapkan peran masing-masing
individu
Identitas
Memiliki pemahaman yang jelas
Tentang identitas yang kuat
Telah diatur dalam sistem dan prosedur baku
Kohesi
Memiliki semangat yang menunjukkan rasa keterikatan dan
Kekerabatan
Menunjukkan eksistensi maupun unjuk kerja pribadi sesuai deskripsi kerja yang menjadi dasar pengukuran prestasi kerja yang bersangkutan
Fasilitasi
menggunakan fasilitator untuk menjaga agar tim tetap dalam langkah yang pasti
terdapat kecenderungan terjadinya kelambanan, kemacetan, bahkan terhentinya proses kerja karena hal-hal yang sepele
Fleksibilitas
menjaga agar selalu memiliki fleksibilitas dan adaptabilitas yang tinggi untuk mengerjakan berbagai tugas dan fungsi yang berbeda sesuai situasi dan kebutuhan. 
Segalanya telah diatur dalam sistem dan prosedur baku, karena sifat pekerjaannya yang relatif rutin (kaku).
Moral
Memiliki antusias terhadap pekerjaan tim dan setiap orang merasa bangga menjadi anggotanya.
Sifat pekerjaan yang rutin membuat individu di dalam grup bekerja berdasarkan standar yang ada dan tidak memiliki antusiasme tinggi untuk hal-hal lainnya.
Waktu pembentukan
Membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk sebuah tim
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit dalam membentuk sebuah grup
Sasaran
Kinerja kolektif
Berbagi informasi
Sinergi
Positif
Netral (kadang negatif)
Akuntabilitas
Individual dan saling melengkapi
Individual
Keahlian
Saling mengganti
Acak dan jarang

Sabtu, 21 April 2012

Cara Baru Berbisnis Online


Pada tanggal 17 April 2012, saya dan teman saya, yaitu Dewi Sartika telah terpilih untuk maju mempresentasikan tugas paper kelompok kami yang berjudul, Cara Baru Berbisnis Online.
Nah disaat mempresentasikan makalah kami tersebut, ada hal yang menarik dan lucu untuk saya ceritakan. Tapi sebelum itu, akan saya ceritakan sekilas tentang makalah yang saya dan Tika telah kerjakan.

Kamis, 22 Desember 2011

Curahan hati sang anak...

Tanggal 22 bulan Desember....pasti diseluruh dunia sedang merayakan hari ibu....mengapa harus kita kita peringati ?...karena untuk menghargai semua jasa dan pengorbanan ibu selama ini...tapi tahukah kamu bahwa ibu kita selalu menyayangi kita sejak dalam kandungan hingga akhir hayatnya...berikut adalah timeline kasih sayang ibu kepada kita...

Sejak dalam kandungan...ibu kita selalu merawat kita dengan kasih sayangnya yang tanpa batas...ibu kita tidak pernah mengeluh akan keletihan karena membawa kita kemana pun ibu kita pergi...

Rabu, 07 Desember 2011

New experience

Wah lama tidak membuat artikel..maklum tugas sebagai seorang mahasiswa harus ditunaikan..sampai-sampai tidak update artikel baru lagi...hehehe...tidak masalah akhirnya saya dapat membuat artikel kembali...enjoy my story..check this out..

Sebuah sms..
Pada hari Jumat tanggal 25 November 2011, sekitar pukul 15:00 WIB saya menerima sms dari seorang dosen yang sebelumnya tidak saya kenal. kemudian beliau menjelaskan isi smsnya, saya baru tahu jika dosen tersebut ingin mengadakan POSDAYA(Pos Pemberdayaan Keluarga) tepatnya di kelurahan TunggulWulung. Eits..Sebelum saya melanjutkan ceritanya, saya akan menceritakan awal mula titik perkaranya. Saya sebelumnya telah tergabung dalam tim POSDAYA 2011 yang diketuai oleh Ibu Muniroh. Dalam tim tersebut terbagi atas 20 tim yang akan melakukan penelitian ke 20 kelurahan yang telah ditunjuk dan disepakati bersama antara pihak STIE Malangkucecwara dengan pihak Damandiri. Dan tepat pada tahun 2011 ini Ibu Muniroh selaku ketua tim POSDAYA mencoba mengajak dan mengikutsertakan mahasiswa dan mahasiswi dalam menjalankan program POSDAYA tersebut.

Minggu, 06 November 2011

Pentingya Nilai-Nilai BerQurban (part 2)

Melanjutkan cerita saya sebelumnya, bahwa yang menjadi kunci persoalan yang pokok bagi kita sekarang adalah belum mendekatkan diri (qaraba-yuqraba-qurban) kepada Allah SWT (dalam keadaan suci dan dalam posisi meminta petunjuk). Selama kita tidak mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, maka tidaklah mungkin masalah kita akan dapat selesai atau terpecahkan. Entah masalah rumahtangga atau masalah yang berskala nasional dan bahkan internasional.

Pentingya Nilai-Nilai BerQurban (part 1)

Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar..laailahailallahuwallahuakbar...Allahuakbar......Walilla ilham...

mendengar suara takbir di sekitar rumah rasanya sudah tidak sabar lagi untuk melaksanakan ibadah sholat Id. Tidak sabar lagi melihat pemandangan kegiatan penyembelihan hewan qurban seperti kambing dan sapi. Memang tidak dapat dipungkiri seluruh umat islam di dunia sangat antusias menyambut datangnya hari raya qurban yang tepat jatuh pada hari minggu 6 november 2011.

Senin, 17 Oktober 2011

Bukan Seminar Biasa....(bagian 3)


Dalam artikel sebelumnya kita telah dijelaskan tentang keuntungan dari berpikir positif dll. Kali ini bapak Andre selaku pimpinan cabang Bank Danamon dalam seminar juga menjelaskan bahwa yang mampu mengubah sikap dan perilaku kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Untuk menjadi pribadi yang tangguh dan ulet kita harus memiliki Pimpro (pimpinan projek diri) agar dapat memberikan instruksi kepada diri kita untuk bersikap dengan cara yang negatif atau positif. Maksud penjelasan tersebut adalah kita harus menentukan sikap yang harus kita lakukan kepada bawahan , apakah dengan menunjukkan sikap negatif kepada orang lain yang malah akan semakin menghancurkan perusahaan kita sendiri ataukah dengan menunjukkan sikap positif kepada orang lain yang akan berakibat pada berkembang dan majunya suatu perusahaan kita kedepan. Pilihan ada ditangan anda sendiri, terserah anda mau memilih yang mana, karena konsekuensi dari setiap keputusan yang di ambil pasti ada. Jadi bijaklah anda dalam memilih.

Bukan Seminar Biasa....(bagian 2)


Melanjutkan cerita tentang seminar sebelumnya yang diadakan oleh STIE-MCE dengan Bank Danamon dengan tema “Persiapaan dini untuk menjadi pekerja” akan saya mulai dari materi seminar yang lebih mengajarkan kita tentang sifat-sifat atau perilaku yang akan membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam dunia kerja. Apabila kita menerapkannya secara simultan atau berkelanjutan, InsyaAllah akan membawa kebahagiaan bagi diri kita maupun orang lain.

Bukan Seminar Biasa....(bagian 1)


Sabtu, 15 Oktober 2011 sekitar pukul 08.30 tepat di adakannya seminar yang saya sudah nanti-nantikan sebelumnya, yaitu seminar tentang “Persiapan dini menjadi seorang pekerja” yang dipromotori oleh Bank Danamon. Saya sangat tertarik mengikuti seminar tersebut karena materi yang disajikan sangat relevan selain ingin “mengangsur” poin skkm yang sudah saya kumpulkan selama ini. Baik tanpa berbasa-basi yang gak jelas kemana juntrungannya, saya akan langsung menceritakan peristiwa atau kegiatan yang dilakukan selama seminar.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Yuk lebih dekat dengan Pajak


Hidup di dunia ini siapa sih yang tidak suka jika diberi fasilitas lengkap dan mewah ? Pasti semua orang menginginkan hal yang sama jika keinginannya dipenuhi semua. Tapi pertanyaannya, siapa yang mau membiayai dan memfasilitasi segala kebutuhan dan keinginan kita ? Apakah bos di tempat kerja kita atau pemerintah selaku pengendali ekonomi di sebuah negara ?. Jika anda memilih bos sebagai orang yang akan memfasilitasi segala kebutuhan kita maka sudah dipastikan andalah yang akan ditendang keluar dari perusahaannya tersebut. Mengapa demikian ? Karena anda sendirilah yang akan melayani segala kebutuhan dalam perusahaan tempat bos anda bekerja. Jika pilihan jawaban anda adalah pemerintah yang akan memfasilitasi segala kebutuhan anda, jawabannya bisa iya bisa tidak. Lho koq bisa begitu ? Begini asumsi sederhananya, jika anda telah melakukan suatu kewajiban kepada pemerintah misalnya, maka anda akan mendapatkan hak anda untuk memenuhi segala kebutuhan anda. Sudah paham maksud saya ? Jika sudah paham atau masih sedikit paham akan saya beri contohnya langsung.

Sabtu, 24 September 2011

Minggu pertama...



Assalamualaikum. Wah lama sekali tidak ngeblog. Kali ini saya ingin sedkit curhat kepada para blogger. Begini ceritanya..Minggu ini adalah minggu dimana semua aktivitas kembali seperti semula..yaitu aktivitas perkuliahan. Tepat tanggal 19 September 2011 kemaren perkuliahan di STIE-MCE sudah berjalan seperti sedia kala. Sudah pasti saya akan disibukkan oleh tugas-tugas dari dosen di setiap mata kuliah yang telah saya ambil sebelumnya. Untuk itu sudah saatnya saya mengatur strategi untuk mengantispasi hal-hal tersebut. Memang di luar dugaan untuk semester 3 ini tugas sudah datang menghampiri, yang tidak seperti biasanya di semester sebelumnya pada setiap pertemuan pertama perkuliahan diisi dengan perkenalan saja. Tapi saya tidak akan menyerah meskipun tugas terus membanjiri meja belajar saya...(hehehe..ngaku aja gak mau ngerjain tugas..XD).

Selasa, 23 Agustus 2011

Masih Merdekakah kita ?


INDONESIA tanah airku...tanah tumpah darahku...disanalah aku berdiri..jadi pandu ibuku..
INDONESIA kebangsaanku..bangsa dan tanah airku...marilah kita berseru..INDONESIA bersatu..

Itu adalah salah satu penggalan lirik lagu kebangsaan kita “ Indonesia Raya ” yang sering dinyanyikan ketika para pengibar bendera sedang menaikkan sang Saka Merah Putih ke atas singgasananya. Dengan penuh khidmat seluruh peserta upacara menikmati upacara pengibaran bendera merah putih. Ya, itu adalah gambaran tentang bangsa kita yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaq dan perjuangan para pejuang melawan penjajah dikala itu. Lalu setelah teks proklamasi yang dibacakan dengan tegas dan keras 66 tahun lalu, apa yang harus kita lakukan saat ini ? Ketika tidak ada lagi rasa ketakutan dan penderitaan yang telah dirasakan para pendahulu kita, apa yang bisa kita perbuat untuk membalas budi dan melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang ?

Mati syahid


Tidak terasa puasa yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan sudah memasuki 10 hari kedua dan sekitar satu minggu lagi kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1432 H. Dengan mendekatnya hari lebaran banyak orang-orang yang berbelanja di pusat perbelanjaan. Alhasil saf-saf dalam pelaksanaan ibadah sholat Tarawih dan Witir menjadi semakin maju kedepan. Ini berarti jamaah yang mau melaksanakan ibadah sholat berkurang dari hari-hari awal puasa yang penuh sesak karena terlalu banyak orang. Oleh karena itu menjelang detik-detik akhir ibadah puasa, alangkah baiknya kita semakin meningkatkan intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.

Jumat, 12 Agustus 2011

kunci sukses


Tidak terasa sekarang sudah memasuki hari kesebelas kita berpuasa di bulan suci Ramadhan. Tidak terasa juga kita telah melewati sepuluh hari pertama yang penuh rahmat. Ngomong-ngomong soal berpuasa di bulan puasa memang tak ada habisnya untuk dibahas dan ditelaah lebih mendalam. Memang selama dibulan Ramadhan kita diwajibkan untuk melakukan ibadah seperti berpuasa di siang hari, melaksanakan sholat tarawih dan witir serta bertadarrus di malam hari, dan bangun untuk makan sahur. Semua rangkaian ibadah tersebut sudah menjadi satu paket spesial di bulan penuh rahmat dan ampunan yaitu Ramadhan lil alamin. Ada satu kisah yang ingin saya bagi, karena saya yakin cerita ini bermanfaat bagi para pembaca.

Kamis, 14 Juli 2011

K-Pop Addicted : dahsyatnya serangan Korean Wave (part 2)


    1. Pengaruh Kebudayaan Korea yang Membius Dunia
K-Pop memang tidak ada habisnya untuk menjadi bahan perbincangan. K-Pop merupakan salah satu bentuk serangan gelombang kebudayaan Korea Selatan yang biasa disebut dengan “Hallyu”. Selain “Hallyu” dalam bentuk musik, kebudayaan Korea Selatan juga menyerbu dunia dalam bidang lain, seperti film, serial drama TV, video game, bahkan kartun atau animasi Korea Selatan yang disebut dengan Manwha. Menurut data-data informasi yang ada, keberhasilan Korea dalam mengekspor industri hiburan dimulai sejak akhir tahun 1990-an ke berbagai negara di Asia, seperti Jepang, China hingga negara-negara di Asia Tenggara. Mungkin dari pembaca ada yang pernah menonton drama Korea seperti Winter Sonata, Endless Love, My Sassy Girl Choon hyang, Full House, atau Boys Before Flower, yang biasa diputar di stasiun televisi lokal.

K-Pop Addicted : dahsyatnya serangan Korean Wave (part 1)


  1. Serangan K-Pop ke Berbagai Penjuru Belahan Dunia
Di zaman sekarang siapa yang tidak mengenal musik pop (K-Pop) dari negeri ginseng. Mulai dari boyband terkenal seperti Super Junior, TVXQ, Shinee hingga girlband seperti SNSD, 4minute, f(x) dll menghiasi televisi dan telepon seluler kita. Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa gempuran musik korea saat ini terasa begitu hebatnya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnnya. Bahkan sekarang musik korea sudah meramba Eropa, Kanada, hingga Amerika Serikat. Sebagai buktinya adalah ludesnya tiket konser K-Pop di Le Zenith de Paris concert hall, pada 10-11 Juni lalu. Seperti yang dilaporkan oleh KoreaHerald.com, dalam satu malam saja, lebih dari 7000, penggemar larut dalam konser tersebut. Selama sekitar tiga jam, mereka bergoyang dan bernyanyi bersama. Penyelenggara memperkirakan sekitar 2 persen dari seluruh penonton yang hadir adalah penonton korea. Media-media di Prancis seperti Le Monde, Le Figaro menyebut konser tersebut sebagai sebuah “new sensation”.

Mereka adalah Pahalaku


Seperti biasa, Setiap selesai melaksanakan ibadah sholat shubuh, saya selalu sempatkan untuk melihat dan mendengarkan ceramah di MNC TV yang dipandu oleh ustad Yusuf Mansyur dalam acara Indahnya Sedekah yang tayang setiap hari Selasa dan Rabu. Meskipun saya tidak mengikuti ceramah tersebut dari awal acara dimulai saya mencoba mengusahakan untuk melihat meskipun acara sudah berjalan sekitar seperempat menit. Ada sesuatu yang menarik perhatian saya ketika saya baru memindahkan channel remote televisi di tangan saya. Ternyata ustad Yusuf Mansur mengadakan kegiatan lelang. Eits, jangan berpikiran ustad Yusuf Mansur akan melelang barang-barang miliknya. Lelang yang dimaksud disini adalah lelang sedekah kita. Loh koq lelang sedekah ? Emang bisa ?...memang kedengarannya aneh ditelinga kita. Tapi lelang tersebut sangat bermanfaat sekali. Saya akan coba menjelaskan maksud lelang sedekah ini.

Sabtu, 02 Juli 2011

Kenapa Harus Berpisah ?


Kemarin tepatnya hari Jum'at tanggal 1 Juli 2011 tante dan omku berangkat menuju ke Kalimantan Timur, tepatnya di kota Banjarmasin untuk pindah dan menetap disana selamanya. Aku paling tidak suka akan adanya perpisahan seperti ini, terutama ibuku yang saya tahu selama ini selalu dekat dengan tanteku di Malang selama ditinggal omku yang bekerja di Kalimantan. Apalagi anak tanteku yang paling bungsu, paling kecil, paling lucu, paling cerewet dan mukanya mirip sekali denganku. Ibuku tak kuasa menahan air mata perpisahan hari ini. Sampai dirumah pun ibuku masih memikirkannya. Aku pun ikut sedih juga mengingat selama ini si kecil selalu senang bermain dan tinggal di rumah bermain dengan adik saya. Mungkin minggu lalu adalah kenangan terakhir bersama si kecil tercinta dirumah saya. Ya semoga suatu saat nanti kita akan berkumpul bersama lagi seperti dahulu.

Jumat, 17 Juni 2011

Open Acquisition : aplikasi pengelola biaya (cost manager)

Dua teman sekelas saya sudah maju untuk mempresentasikan tugas paper mereka. Kini giliran saya untuk mempresentasikan tugas paper yang telah saya buat sebelumnya walaupun bukan giliran saya untuk maju. Pembukaan presentasi saya mulai dengan ucapan salam dan kemudian saya lanjutkan dengan menjelaskan materi dalam slide-slide yang saya buat menggunakan Open Office Impress. Dengan tampilan layout dan background yang cukup menarik saya rasa akan cukup memudahkan audiens untuk memahami materi yang akan saya jelaskan. Presentasi pun dimulai.

Jumat, 03 Juni 2011

E-Learning, inovasi dalam dunia pendidikan

Seperti pertemuan sebelumnya, saya mengikuti kembali sebuah forum diskusi di kelas IT for Business. Pertemuan kali ini membahas tentang E-Learning. Ada beberapa teman yang sudah siap untuk mempresentasikan Paper (makalah) mereka masing-masing. Teman saya Cindy memulai sesi presentasi dengan sedikit gugup. Cindy mulai menjelaskan isi dari presentasinya. Mulai dari pengertian dari E-Learning sampai proses perencanaan program E-Learning.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...